Rabu, 14 September 2011

perjalanan hidup sa'ad bin mu'adz ra


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wa Ba’du:
Ini adalah  sebuah catatan ringkas dari riwayat hidup seorang tokoh terkemuka umat ini, siroh seorang pahlawan dan kesatria. Dia adalah salah seorang tokoh sahabat yang mulia dari shahabat Nabi. Kita akan memetik pelajaran berharga dan harum dari perjalanan hidupnya.
Shahabat Rasulullah SAW ini adalah seorang pahlawan dalam perang Badr, Uhud dan Khandak. Dia termasuk seorang yang tidak menghiraukan celaan orang yang mencela pada saat dia berda’wah di jalan Allah, Nabi Muhammad SAW memberitahukan bahwa dia termasuk seorang penghuni surga. ‘Arasy Allah yang Maha Rahman bergetar karena kematiannya. Dia masuk Islam di Madinah di tangan Mush’ab bin Umair RA.
Ibnu Hajar berkata: Dia adalah orang yang paling banyak berkahnya di dalam Islam dan dia memiliki keutamaan yang luar biasa.
Imam Al-Zahabai menuliskan riwayat hidup beliau: Pemimpin besar, Al-Syahid Abu Anru Sa’d bin Mu’adz bin Al-Nu’man Al-Anshori Al-Ausi al-Asyhali. Dia seorang lelaki dengan kulit putih, bertubuh tinggi, gagah, berwajah rupawan dan berjenggot indah:[1] Aisyah berkata:  Di Bani asyhal terdapat tiga orang yang tidak ada seorangpun yang lebih baik dari mereka, yaitu Sa’d bin Mu’adz, Uaid bin Huadhair dan Abbad bin Bisyr.[2]
Ibnu Ishaq berkata:  Pada saat dia masuk Islam dia berdiri di hadapan kaumnya dan berkata: Wahai bani Abdil Asyhal bagaimanakah pendapat kalian tentang diriku?. Mereka berkata: Anda adalah peminpin kami dan orang yang paling baik keturunannya. Dia berkata: Sesungguhnya kalian haram berbicara denganku baik yang laki-laki atau yang perempuan sehingga kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Ishaq berkata: Demi Allah tidak ada seorangpun di Bani Abil Asyhal seorang lelaki atau wanita kecuali mereka masuk Islam”.[3]
Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata:  Sa’dd bin Mu’adz pergi berumroh.  Abdullah bin Mas’ud menceritakan:
Maka diapun mampir menginap di rumah Uamayyah bin Khalaf, dan apabila Umayyah mengadakan perjalanan ke Syam dan melewati kota Madinah maka diapun mampir di rumah Sa’d. Umayyah berkata kepada  Sa’d: Tunggu dulu, keluarlah pada saat siang sudah meninggi dan orang-orang sudah tidak menghiraukan siapapun lagi maka engkau boleh pergi dan menjalankan thawaf. Pada saat Sa’d melaksanakan thawaf tiba-tiba Abu Jahl datang lalu dia berkata: Engkau menjalankan thawaf secara aman semantara engkau telah melindungi Muhammad dan para shahabatnya. Maka Sa’d berkata: Ya, maka merekapun saling bertengkar. Lalu Umayyah berkata kepada Sa’d: Janganlah engkau mengangkat suaramu pada Abil Hakam, sebab dia adalah peminpin penduduk lembah ini. Lalu Sa’d berkata: Demi Allah jika engkau menghalangiku bertawaf di rumah Allah ini maka aku akan memboikot perniagaanmu yang mengarah ke Syam. Lalu Umayyah berkata kepada Sa’d: janganlah engkau mengangkat suaramu”. Sambil menahannya berbicara. Akhirnya, Sa’dpun marah dan berkata: Biarkanlah, sesungguhnya aku telah mendengar Nabi SAW memberitahukan bahwa dia SAW akan membunuhmu; Umayyah berkata: Aku ini. Sa’d berkata: Ya. Umayyah melanjutkan: Demi Allah, Muhammad tidak pernah berbohong apabila berbicara; maka diapun kembali pulang kepada istrinya, lalu berkata kepadanya: Apakah engkau tidak mengetahui apa yang telah dikatakan oleh saudaraku yang dari Yatsrib?. Istrinya bertanya: Apakah yang dikatakannya?. Umyyah berkata: “Dia memberitahukan bahwa Muhammad akan membunuhku”. Istrinya berkata: Demi Allah bahwa Muhammad tidak pernah berbohong. Ibnu Mas’ud berkata: Pada saat mereka keluar menuju Badr dan datang seseorang berteriak maka istrinya berkata: Tidakkah engkau mengingat apa yang telah dikatakan oleh saudaramu yang dari Yatsrib?. Ibnu Mas’ud menjelaskan: Dia sebenarnya tidak ingin keluar berperang, namun Abu Jahl berkata: Sesungguhnya engkau adalah pemuka penghuni lembah ini, maka berjalanlah satu atau dua hari lalu diapun berjalan bersama mereka dua hari lalu Allah membinasakannya”.[4]
Dalam peristiwa di atas tanpak keberanian dan ketegasan Sa’d terhadap orang-orang kafir dan kebanggannya terhadap agamanya; Padahal dia sendiri di Mekkah namun dia berani mengancam para tokoh Quraisy di rumah mereka sendiri; dan Nabi SAW memberitahukan kepadanya bahwa dia termasuk penghuni surga. Dari Anas ra bahwa dihadiahkan untuk Rasulullah SAW sebuah jubbah dari kain sutra yang tipis. Dan Nabi melarang memakai kain sutra maka para sahabatpun kagum dengannya; lalu Nabi bersabda:Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya sesungguhnya sapu tangan Sa’d bin Mu’adz di dalam surga lebih baik dari ini.[5]
Di antara sikap hidupnya yang agung adalah apa yang diriwayatkan oleh Aisyah RA bahwa dia berkata: Sa’d terluka pada saat perang Khandak, dia terkena lemparan tombak seorang dari dari suku Quraisy, bernama Ibnul Arifah. Dia terkana pada bagian lengannya, maka Rasulullah SAW mendirikan kemah baginya di mesjid agar beliau bisa mengunjunginya secara leluasa, pada saat Rasulullah SAW kembali dari Khandak maka beliau meletakkan senjatanya lalu mandi, lalu datanglah Jibril kepadanya pada saat beliau membersihkan debu dari kepalanya, dan jibril berkata kepadanya: Apakah engkau meletakkan senjatamu?. Demi Allah kami belum meletakkan senjata kami, kembalilah keluar kepada mereka; Maka Rasulullah SAW bertanya: Kemanakah aku keluar?. Maka diapun memberikan isyarat kepada Bani Quraizhah, maka Rasulpun memerangi mereka dan menghukum mereka dengan hukum yang diputuskan oleh Rasulullah SAW, maka Rasulullah mengembalikan keputusan hukum mereka pada apa yang diputuskan oleh Sa’d. Sa’d berkata: Aku memutuskan untuk mereka agar setiap lelaki yang berperang dibunuh dan wanita-wanita anak-anak mereka ditawan serta harta mereka dibagi. Hisyam berkata: Bapakku berkata: Aku dierbitahukan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sungguh dia telah memutuskan hukum pada perkara tersebut dengan keputusan hukum yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Kemudian Sa’d berkata: Sementara lukanya sudah mulai sembuh: Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa tidak ada seorangpun yang lebih aku cintai dari berjihad di jalan-Mu guna memerangi kaum yang mendustakan Rasul-MU dan mengeluarkannya. Ya Allah, seandainya peperangan orang Quraisy terhadap Rasul-Mu masih ada maka tetapkanlah aku dalam hidup ini guna berjihad di jalan-Mu. Ya Allah aku berfikir bahwa engkau telah menghapuskan peperangan antara kami dengan mereka, dan jika engkau telah menghapuskan peperangan antara kami dengan mereka maka kambuhkanlah penyakitku dan jadikanlah kematianku padanya, maka darahpun terpancar dari lehernya namun hal tersebut tidak membuat mereka khawatir (di dalam mesjid tersebut juga didirikan sebuah kemah dari Bani Gifar bahwasanya darah tetap menglair sehingga membasahi mereka, mereka berkata: Wahai para penghuni kemah, darah siapakah yang datang dari sisi kalian ini, dan ternyata luka Sa’d mengeluarkan darah lalu dia meninggal karenanya”.[6]
Dan Nabi sangat bersedih dengan meninggalnya Sa’d dan memberitahukan bahwa ‘arsy Allah yang Maha Penyayang bergetar dengan kematiannya. Dari Jabir RA bahwa Nabi bersabda: ‘Arsy Allah Yang Maha Penyayang bergetar dengan kematian Sa’d bin Mua’adz”.[7] Sekalipun Sa’d memiliki derajat yang begitu tinggi namun dia tidak terlepas dari sekapan kubur. Dari Aisyah RA bahwa Nabi bersabda:Sesungguhnya kubur memiliki tekanan dan seandainya ada orang yang bisa selamat darinya  maka Sa’dlah orang yang pantas selamat darinya”.[8]
Imam Al-Zdahabi berkata: Tekanan kubur ini bukan termasuk azab kubur; akan tetapi sebuah rasa sakit yang dirasakan oleh seorang Mu’min yang sama seperti ketersiksaan yang dirasakan oleh seorang mu’min pada saat dirinya kehilangan anak dan kekasihnya di dunia, seperti ketersikasaan yang dirasakan pada saat sakit dan keluarnya nafas, rasa sakit saat menghadapi pertanyaan alam kubur dan ujian kubur, serta pedihnya siksa karena tangisan keluarga atas dirinya, dan kepedihan karena bangkit dari kubur, juga kepedihan saat dikumpulkan di pada mahsyar dan kepedihan suasana genting yang terjadi padanya serta kepedihan melewati api neraka dan yang lainnya; maka getaran yang dirasakan oleh seorang hamba tidak termasuk azab kubur dan tidak pula azab Jahannam, namun Allah SWT meringankan hamba yang beriman pada sebagian peristiwa tersebut atau pada semua peristiwa tersebut, dan tidak ketangan bagi seorang hamba kecuali pada saat dia bertemu dengan Tuhannya. Allah SWT berfirman:
39. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (QS. Maryam: 39)
18. Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan. (QS. Mu’min: 18)
Kami mohon kepada Allah SWT semoga dia memberikan maaf dan kasih sayang-Nya.
Sekalipun setiap orang merasakan getaran namun kita ketahui bahwa Sa’d termasuk penghuni surga dan dia berada pada posisi syuhada yang paling tinggi, seakan engkau mengira bahwa orang yang menang tidak merasakan suasana yang dahsyat di dua alam ini, tidak pula rasa takut dan pedih serta khawatir, mohonlah kepada Tuhanmu agar Dia mengumpulkanmu pada kelompok Sa’d”.[9]
Wafatnya Sa’d pada tahun ke lima hijriyah, dalam usia muda belia, pada umur tiga puluh tujuh tahun, Nabi menshalatkannya dan dikuburkan di pekuburan Baqi’, semoga Allah meridhai Sa’d dan memberikan balasan bagi diri kita dan kaum muslimin dengan balasan yang lebih baik dan semoga Allah mengumpulkan kita pada tempat yang mulia.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh shahabatnya.

rayuan setan dalam pacaran


Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allahta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)
Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
2. Tidak berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
3. Tidak menyentuh lawan jenis
Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.
Salah Kaprah Dalam Bercinta
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….
Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.
Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalahharam dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

sumber : http://indonesian.iloveallaah.com
sumber:

penemu-penemu muslim yg mengubah peradaban dunia....


Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa beberapa penemuan yang mengubah peradaban dunia berasal dari para ilmuwan muslim.Para ilmuwan ini mempunyai kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan  merupakan temuan awal sebelum dikembangkan oleh ilmuwan Barat lainnya.Penemuan-penemuan ilmuwan muslim ini sempat terlupakan oleh masyarakat dunia.Untuk itu sebuah Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban (The Foundation for Science Technology and Civilisation (FSTC) yang berpusat di London Mengadakan pameran untuk memperlihatkan dan menegaskan kepada publik tentang kontribusi peradaban non-barat yang sudah ada 1000 tahun yang lampau.
Apa saja penemuan-penemuan itu?
1. Operasi Bedah
Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai referensi medis selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemu, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat jepit pembedahan.
2. Kopi
Saat ini warga dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropa, kopi dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia.
3. Mesin Terbang
Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.
4. Universitas
Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan sebuah universitas tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universitas al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang al-Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di dunia.
5. Aljabar
Kata aljabar berasal dari judul kitab matematikawan terkenal Persia abad ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wal-Mugabala’, yang diterjemahkan ke dalam buku ‘The Book of Reasoning and Balancing’. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Matematikawan lainnya Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang bisa menjadi kekuatan.
6. Optik
“Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari dunia muslm,” ujar Hassani. Diantara tahun 1.000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.
7. Musik
Musisi muslim memiliki dampak signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyang biola. Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.
8. Sikat Gigi
Menurut Hassani, Nabi Muhammad SAW mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern.
9. Engkol
Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini
Sumber: inilah.com