Minggu, 08 Januari 2012

BAHASA INDONESIA featuring BAHASA MALAYSIA



INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ...

INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : 'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA : 'Pasukaaan cerai berai !!!'

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki (bener juga sih...)

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie,)

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

INDONESIA : gratis bicara 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit

INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh

INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas

INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling

INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar

INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar

INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan negara

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan

INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang

INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang

INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam

INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan

INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam

INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut

INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar

INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk

INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar

INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila

INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah

INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan

INDONESIA : hantu pocongkkkkkkkkkk
MALAYSIA : hantu Bungkus

Minggu, 01 Januari 2012

Duel Kapal Perang di Blok Ambalat

KRI tengah mengejar kapal perang Malaysia
KRI tengah mengejar kapal perang
Cuplikan percakapan radio antara kapal perang Kerajaan Malaysia dan otoritas Indonesia (TNI AL) di perairan Ambalat pada suatu malam di bulan Mei 2009 dalam situasi cuaca yang sangat buruk dan berkabut.
INDONESIA: “Harap belokkan kapal Anda 15 derajat ke utara untuk menghindari
tabrakan.”
MALAYSIA : “Lebih baik Anda yang membelok! krn kami berada di wilayah
perairan kami..”
INDONESIA: “Kami juga berada di wilayah kedaulatan kami,Anda yang harus
membelok untuk menghindari tabrakan fatal !!”
MALAYSIA : “Saya Laksamana Muda Tengku Datuk Mahmod sofyan Komandan Gugus
Timur Tentara Laut Diraja Malaysia.. Saya bilang belokkan kapal
Anda!!!!sekarang! !!”
INDONESIA: “Negative!!! . Saya Mayor (Mar) Yophie Purba,Komandan Penjaga
Perbatasan kepulauan Ambalat dari Korps Marinir TNI AL Republik
Indonesia,saya katakan sekali lagi, belokkan kapal Anda!!! untuk
menghindari tabrakan yang konyol !!!”
MALAYSIA : “Ini adalah Kapal DestroyerTentara Laut Diraja Malaysia, kapal
kedua terbesar dari Armada Utama kami. Kami dilengkapi tiga destroyer
missil, tiga rudal berhulu ledak nuklir,1 lusin canon dan 2 unit
hellicopter tempur. Saya MINTA Anda belok 15 derajat ke selatan. Sekali
lagi saya ulangi: 15 derajat ke selatan, SEKARANG!!atau sebuah tindakan
akan kami lakukan untuk mengamankan kapal Anda!!!”
INDONESIA: “Dasar goblok!!!!! Ini mercusuar tauuu!!! Sotoy banget
sihh ..!!!!”

sumber : indomiliter.wordpress.com

Strela : Si Pemburu Panas Andalan Parchim dan Korps Marinir TNI AL


Masih ingat tentang 39 kapal perang eks Jerman Timur yang dibeli Indonesia pada tahun 1990-an. Dibalik pembelian borongan kapal dalam jumlah besar, nyatanya juga termasuk paket persenjataan yang melengkapi kapal-kapal tersebut. Diantaranya untuk korver Parchim dan LST Frosch dilengkapi dengan 5.000 ton amunisi, meski dipreteli tapi bisa dibawa ke Tanah Air. Nah, yang cukup mencengangkan di paket senjata tadi juga terdapat 1.550 peluru kendali SA-7 Strela yang terbilang canggih dimasa itu.
Strela adalah jenis rudal panggul (Manpad) yang amat populer, dan banyak digunakan pada berbagai konflik di seluruh dunia. Hadirnya Strela pada awal 1990, menjadikan senjata ini sebagai rudal panggul pertama yang dimiliki TNI, khususnya di segmen rudal anti serangan udara jarak dekat/SHORAD (short range air defence). Baru kemudian TNI kedatangan rudal model panggul yang lebih modern, seperti Mistral dan QW-3.
Strela terbilang mudah dibawa oleh perseorangan
Strela dirancang pada tahun 1964 oleh Kalomna (KBM) di Uni Soviet, dan mulai diprouksi untuk keperluan AB Uni Soviet pada tahun 1968. Dan di tahun 1970 rudal ini sudah banyak malang melintang di arena konflik global. Diantaranya terlibat dalam Perang Arab-Israel, Vietnam, Angola, Lebanon,Irak, Afganistan dan Malvinas. Kehandalan Strela tak perlu diragukan, dalam perang Yom Kippur, hampir separuh dari armada Skyhawk AU Isreal pernah merasakan sengatan maut rudal ini. Bahkan tak usah jauh-jauh, di kawasan Asia Tenggara, Jet tempur F-5E Tiger milik AU Thailand pada tahun 1988 pernah ditembak jatuh oleh Strela milik Vietnam dalam konflik perbatasan. Sebelumnya beberapa jet temput Thailand juga pernah disengat Strela milik Vietnam dan Kamboja.
Dengan pengabdian yang panjang, pastinya Strela sudah dihadirkan dalam beberapa versi, bahkan sudah pula digarap secara lisensi oleh negara-negara sekutu Rusia. Untuk Strela di Indonesia, karena berasal dari persenjataan di atas kapal perang, yang digunakan adalah versi SA-N-5 Grail. SA-N-5 Grail merupakan kode penamaan yang diberikan oleh NATO, rudalnya sendiri berasal dari platform Strela-2M. SA-N-5 Grail memang dirancang oleh Pakta Warsawa (kala itu) untuk ditempatkan pada kapal perang. Yang membedakan dari versi Strela lainnya, SA-N-5 Grail pada kapal perang dilengkapi dengan dudukan (mounting fasta) sebagai pelontar rudal. Tipe mounting yang digunakan adalah peluncur Fasta 4M, model peluncur ini dapat memuat 4 rudal tiap unitnya, tapi dalam beberapa penampilan umumnya satu peluncur hanya disiapkan dengan 2 rudal.
Penampang rudal dan peluncur Strela
SA-N-5 Grail dalam mounting fasta
Strela yang dioperasikan TNI AL hingga kini memperkuat jajaran armada korvet kelas Parchim. Karena sudah berusia tua dan bekas pakai pula, rudal ini perlu dimodifikasi lebih lanjut agar sesuai kebutuhan dalam gelar operasi. Modifikasi pun telah dilakukan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL, alhasil walau rudal ini usianya sudah 34 tahun masih tetap topcer dalam uji coba. Dari hasil modifikasi, Strela kini dinamai rudal AL1.
Beginilah tampilan Strela/Grail saat dioperasikan dari atas geladak kapal perang
Si Pengejar Panas
Streal bekerja dengan sistem pemandu pasif infra red, rudal ini bisa mendeteksi sasaran dengan tepat di atas temperatur 200-400 derajat Celsius–suhu yang dikeluarkan oleh exhaust nozzle pesawat terbang atau helikopter sasaran. Sistem peluncur rudal terdiri dari tabung peluncuran rudal dan silinder baterai termal. Dalam teorinya satu tabung peluncur dapat diisi ulang (reload) hingga lima kali pengisian.
Karena sifatnya manpad, rudal ini sepenuhnya dikendalikan oleh awak secara manual. Saat rudal meluncur dari tabung, digunakan sistem pembakaran sesaat (short burnt booster). Pola penembakan ini harus diwaspadai oleh awak, sebab semburan roket dapat mengenai penembak.

Sistem pembakar sesaat (short burnt booster), digunakan meluncurkannya dari tabung. Selain membahayakan penembak, sistem ini juga membatasi sudut tembak. Kelemahan lain adalah Strela harus benar-benar diarahkan ke saluran buang (exhaust nozzle) pesawat atau helikopter sasaran. Saat rudal pertama kali meluncur dari tabung, kecepatan yang didapat yakni 32 meter per detik dan rudal berputar pada porosnya sekitar 20 putaran per detik. Pada puncaknya, Strela akan memburu target dengan kecepatan 430 meter per detik. Setelah rudal keluar dari tabung, otomatis badan rudal akan mengembangkan sirip untuk terbang.
Strela amat pas untuk menghadang pesawat yang terbang rendah dengan manuver tinggi. Dengan kecepatan luncur yang dahsyat, Strela hanya punya jangkauan tembak hingga 5,5 kilometer dan ketinggian luncur maksimum 4,5 kilometer. Strela juga bisa menghadang sasaran dalam jarak sangat dekat, tapi minimum jarak target harus 18 meter dan ketinggian minimum 500 meter. Berat rudal Strela mencapai 9,8 kilogram, termasuk hulu ledak seberat 1,15 kilogram.
Strela juga pas dan lebih stabil dipasang pada dudukan di atas kendaraan/truck
Sedangkan berat rudal beserta tabung dalam posisi siap tempur mencapai 15 kilogram, beratnya masih cukup ideal untuk dipanggul oleh unit-unit pasukan infantri. Versi terbaru dari Strela adalah SA-14 Gremlin. Bentuknya sama dengan pendahulunya. Perubahan yang mencolok adalah pada sistem penjejak yang lebih sensitif. Keuntungannya rudal ini bisa ditembakkan dari sudut yang lebih lebar.
Dipakai Korps Marinir TNI AL
Strela ditampilkan dalam sebuah defile oleh Korps Marinir TNI AL

Jumlah unit Strela yang banyak, ditambah sifatnya yang portable, menjadikan rudal ini sangat pas “dikaryakan” untuk mendukung unit militer lain, yakni Korps Marinir. Cukup lepas Strela dari mounting di kapal perang, maka jadilah rudal ini sebagai senjata pamungkas bagi infantri. Hadirnya Strela di Korps Marinir sudah diketahui cukup lama, salah satunya penulis saksikan saat defile HUT 50 Tahun ABRI tahun 1995 di Lanud Halim Perdanakusumah. Saat itu Strela dipasang dengan mounting pada truk Unimog, jadi satu truk bisa meluncurkan 2 rudal sekaligus, mirip dengan pola di kapal perang. Tapi belakangan Strela juga kerap muncul dalam formasi single shooter pada defile- militer baru –baru ini.
Spesifikasi SA-7 Strela/SA-N-5 Grail
Perancang : KBM Kolomna
Berat rudal : 9,8 Kg/termasuk hulu ledak 1,15 kg
Panjang : 1,44 meter
Diameter : 72 mm
Bentang maksimum : 4200 mm
Lebar sayap : 70 cm
Jangkauan max : 5.500 meter
Ketinggian max : 4.500 meter
Kecepatan max : 430 meter per detik (sekitar 1,5 Mach)
sumber : indomiliter.wordpress.com